Review Anime Jepang Amaama To Inazuma, Sweetness and Lightning


Anime Amaama To Inazuma yang diproduksi oleh TMS Entertainment merupakan Adaptasi dari Komik Amaama To Inazuma Karya Gido Amagakure. Komik ini juga sudah diterbitkan kedalam Bahasa Indonesia oleh PT. Elex Media Komputindo

Jika biasanya kita jarang menjumpai anime yang memiliki tema parenting, maka anime Amaama To Inazuma ini menceritakan tentang bagaimana menjadi seorang Single Parent.  Bagaimana peran seorang Ayah dalam mengasuh putrinya yang masih balita setelah kematian istrinya. 

Kohei Inuzuka, adalah seorang guru matematika disebuah sekolah menengah yang memiliki seorang putri yang masih balita yaitu Tsumugi Inuzuka. Dia harus bisa membagi waktunya antara mengajar, mengurus rumah, serta mengurus Tsumugi. Kohei tentu saja kerepotan, banyak sekali hal-hal yang terjadi diluar ekspektasinya. Namun, Kohei melakukan semuanya dengan sepenuh hati, dia tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk Tsumugi. Meski terkadang dia sering kelelahan bahkan jatuh sakit, Kohei tetap tersenyum dan selalu bersemangat. Kohei benar-benar sosok Ayah Idaman semua anak nih sepertinya.



Kekurangan Kohei adalah, dia tidak bisa memasak dan kesibukannya mengajar membuatnya semakin kesulitan untuk belajar memasak.   Kohei dan Tsumugi lebih sering memesan makanan di restoran cepat saji dibanding memasak. Hal ini tentu saja membuat Kohei sedih dan khawatir karena Tsumugi butuh asupan nutrisi di masa pertumbuhannya.

Kemudian, tanpa sengaja Kohei bertemu dengan Lida Kotori (salah satu siswi di kelasnya) yang sedang menangis sendirian ketika Kohei dan Tsumugi sedang mengunjungi festival Bunga Sakura. Kotori ternyata sedih karena ibunya batal pergi bersamanya. Dia frustasi dan menghabiskan seluruh Bekal yang dibuatkan Ibunya. Dia bilang itu bekal terenak di dunia meskipun dia memakannya saat sedang sedih. Tsumugi tertarik dan ingin mencobanya, karena selama ini dia selalu makan makanan cepat saji atau masakan Ayahnya yang gosong dan aneh. Karena bekalnya sudah dihabiskan Kotori, Kotori memberikan Kartu Nama Restorannya dan meminta Kohei dan Tsumugi berkunjung.

Kotori merupakan anak tunggal dari seorang koki terkenal yaitu Lida Megumi.  Kotori selalu kesepian karena sang Ibu sibuk bekerja. Kotori akhirnya menawarkan kepada Kohei dan Tsumugi untuk memasak bersamanya di Restoran milik ibunya. Kohei menerima tawaran itu dan dimulailah petualangan mereka dalam memasak berbagai masakan rumah. Kohei tentu saja tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia mulai belajar memasak dengan semangat. Hubungan Kohei-Tsumugi dan Kotori seperti simbiosis mutualisme, saling menguntungkan. 

Selain Kohei, Tsumugi, dan Kotori, ada juga Yagi Yosuke yang merupakan teman dekat Kohei. Yagi juga memiliki kemampuan memasak yang mumpuni karena dia bekerja di restoran. Yagi sering mengasuh Tsumugi saat Kohei benar-benar sedang sibuk. Ada juga teman baik Kotori yaitu Kojika Shinobu, orangtuanya memiliki toko sayuran dan dia juga punya dua adik kembar laki-laki. Kojika Shinobu sangat berbanding terbalik dengan Kotori, jika Kotori adalah seorang gadis pemalu dan pendiam. Maka Shinobu sangat ceria dan ceriwis.



Dari sini, dimulailah petualangan Kohei, Tsumugi, Kotori, Yagi, dan Shinobu memasak berbagai macam makanan rumahan yang lezat. Mereka tidak hanya sekedar memasak, mereka terlihat sangat menikmati momen kebersamaan dan kehangatan selama melakukan kegiatan memasak tersebut. Jadi ikut terbawa suasana nih. Daripada penasaran, buruan tonton saja animenya ya.

Anime ini memiliki 12 Episode yang kesemuanya merupakan Slice of Life. Setiap episode sangat menarik dan jalan ceritanya pun ringan. Yang pasti, ditiap episode akan selalu ada acara memasak bersama. Tetapi tenang saja, meskipun adegan memasaknya berulang tapi tidak membosankan kok. Kita justru akan sangat penasaran di episode berikutnya mereka akan memasak makanan apalagi dan bagaimana reaksi si imut Tsumugi ketika mencoba makanannya. Bagi saya, melihat bagaimana reaksi Tsumugi saat mencoba berbagai makanan tersebut kemudian memujinya sangat menyenangkan. Nah, selamat menyaksikan....


0 Response to " Review Anime Jepang Amaama To Inazuma, Sweetness and Lightning"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel