Dear Tuhan. . . .


Saat kegelisahan meruyak

Mengacaukan desah nafas

Dan membuat luka lama kian mengoyak

Aku terjungkal, terkulai, lemah, dalam kurungan fatamorgana

Penat dalam aliran nadi yang kian tak berkesinambungan

Dengan irama jiwa yang kian tak beraturan

Tolong aku Tuhan. . . . 

Aku butuh 'Ketenangan'

Agar semua sisi jiwa meresapi keagungan -Mu

Aku tak lagi punya tempat mengadu

Ibu telah pergi, kembali ke sisi -Mu

Ayah, Ayah. . . .

Ah, entahlah !

Ayah terlalu terbuai bahagia dikehidupan barunya kini

Tuhan. . . Hanya -Engkaulah satu-satunya tempat ku bersandar

Melabuhkan segala resah, gelisah, keluh-kesah, dan derita

Setiap detak waktu, Labuhkan aku di lautan kasih -Mu

Hasbunallah wanikmal wakil 

Hasbunallah wanikmal wakil

Engkaulah pengobat segala resah dan luka

Tuhan. . . .

Tenangkan Jiwa ku

0 Response to "Dear Tuhan. . . ."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel